beberapa waktu terakhir aku mulai menyadari hal hal yang terjadi pada diri. menyadari bahwa aku memang seperti ini, betapa bodohnya aku tak pernah mengenali diriku sendiri.
Proses.
selama ini aku adalah orang yang selalu ingin apa apa secara instan, ingin hidup instan, ingin menjalani perkara dg instan, cepat, tanpa menghargai proses. bahkan saya selalu berharap agar rasa sakit yang saya alami bisa hilang secara instan dengan beberapa cara. padaha saya tahu dan sadar bahwa proses lah yang akan menyembuhkan dan memperkuat hati itu.
2015-02-19
Popular Posts
-
Dari kiri : mak nay, citra, nanda, saya, silvi Dalam beberapa postingan pasti kalian menemui nama-nama nanda, silvi, c...
-
B agi yang pernah mengunjungi pantai pantai bagian selatan area malang, siapa yang memungkiri keindahannya? birunya air laut, putihnya pasi...
-
Akhirnya saya bisa piknik!! Itu yang ada di benak saya saat weekend di akhir bulan, yah meskipun tanggal lagi tua tua nya, dan dompet lag...
-
serasa sudah lama kita tak "jagongan" di tempat ngopi. dan semalam kita berkumpul lagi, meskipun hanya beberapa orang saja, ya kar...
-
Libur telah tiba, libur telah tiba,,, horreee horreee horreeeee (gaya unyu-unyu ala tasya) . tiap hari pun liburan rasanya kalo udah menginj...
-
B eberapa orang memiliki anggapan Menjadi fresh graduate sama dengan bersiap menghadapi kerasnya persaingan mencari pekerjaan, siap bersain...
-
Alhamdulillah dan innalillahi... bersyukur dan sedih. bersyukur karena gusti kang agung memberi kesempatan saya melewati tahun ke 22 di duni...
-
Beberapa tahun yang lalu, saya pernah memposting mengenai kegiatan bersih desa di duartu desa, dulu saya ikut kegiatannya tapi takikut prose...
-
FINALLY....... i've did it... what?? sidang SKRIPSI usaha, perjuangan, doa, tangisan, sepaneng, lupa makan, tidur dini hari dan bang...
-
23 tahun Usia dimana pertanyaan "kapan menikah" akan terdengar lebih sering dan lantang, hasrat ingin memiliki pasangan hidup sem...
0 komentar:
Posting Komentar